Guru Mengajar Murid Bodoh

Seringkali saya perhatikan ketika kita masih berada di sebuah pendidikan entah itu sekolah ataupun kuliahan sepertinya sama saja. Yang selalu dituntut hanyalah sebuah NILAI dan peringkat kelas terbaik. Setiap murid diminta dan dituntut untuk bisa menjadi pintar. Harus pintar dan pokoknya iyaa harus punya nilai bagus. Lalu kalau gak pintar? Resikonya kita pun sebagai murid hanya bisa terdiam dan tertinggal iyaa terus tertinggal.

Artinya apa? Banyak guru maupun dosen di negeri ini yang masih hanya cenderung suka bermain aman saja. Toh kalau dia memang benar-benar berjiwa seorang pengajar dan pendidik yang baik, seharusnya mereka siap donk untuk merangkul setiap murid-muridnya secara menyeluruh tanpa harus pilih-pilih. Merangkul dalam hal benar-benar mengajak dan berupaya agar si bodoh juga bisa ikut mengerti pelajaran.

Seringkali kejadian seperti ini saya saksikan di depan mata saya langsung. Bahwa Guru hanya lebih sering mau memberikan perhatian baik kepada muridnya yang pintar! Indikatornya adalah jika ada si bodoh yang bertanya pasti selalu saja dipojokkan, dikata-katain bodoh, malas, lambat berpikir, dan segala macam.

Bukankah jika ada yang seperti itu seharusnya kita kan bisa menilai bahwa sebenarnya sang Guru lah yang masih gagal. Iyaa bagi saya seorang Guru masih gagal jika belum bisa membuat seluruh muridnya mengerti akan pelajaran yang ia sampaikan. Tidak cukup hanya satu atau dua orang saja. Harus semuanya! Itu baru guru sejati yang baik dan bertanggungjawab. ^_^

Coba perhatikan kita pasti hanya seringnya mendengar yang selalu dipermasalahkan adalah "Pelajar Pintar atau Bodoh". Lalu dimana peran seorang guru? Apakah memang tidak ada istilah Guru yang Bodoh. Yang menjadi pertanyaan, sebenarnya Anda siap atau tidak menjadi seorang Guru? Jangan cuman menyalahkan murid donk. Mending kita sama-sama introspeksi diri aja. Siiip??
Sudah ada 10 comments. Tambahkan Komentar?

Bagaimana menurut pendapat kamu?
Silahkan tinggalkan komentar yang baik dan sopan yaa. Terima kasih.

  1. saya juga sering kali melihat langsung hal yang sama, tapi itu hanya berlaku di kota, jika saya bandingkan dengan guru yang ada di desa saya melihat justru yang mereka dekati adalah murid murid yang pemikirannya masih di bawah rata rata, kecuali murid itu sendiri yang kelakuannya udah nggak bisa di andalkan lagi. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa setuju Mas!! :-D
      Guru di desa barangkali masih belum terpengaruh yang berorientasi ke uang semata.. Seharusnya kan memang guru itu memprioritaskan kemampuan murid2 nya bukan cuman mengisi jam pelajaran yang sudah dijadwalkan saja..

      Delete
  2. bener sekali. Guru sekarang hanya lebih perhatian kepada murid yang pintar saja. Yang perhatian kepada murid yang agak kurang pintar hanya guru kursus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul itu Mas.. Memang pun sebenarnya untuk nyari guru yang bener2 itu gak harus di pendidikan formal! Selagi kita memang mau belajar, guru ada dimana-mana disekitar kita.. Apalagi zaman internet sudah canggih. ^_^

      Delete
  3. Saya sebagai calon guru meng-iyakan apa yang mas tulis. Semoga saja nantinya saya tidk seperti itu, agar saya bisa membantu negara membayar hutang untuk mencerdaskan anak negeri ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.. semoga Bu Ika Hardiyan Aksari bisa menjadi guru yang baik dan mampu mencerdaskan siapa saja!! Karna menurut saya GURU bukan cuman saat di kelas doank, kalau udah dipanggil guru iyaa setidaknya di lingkungan sekitar pun harus tetep menjadi contoh yang baik..

      Sukses yaa Bu Guru!! :-D

      Delete
  4. hem.. :D
    menyebalkan memang kalau ketemu dengan guru yang seperti itu.
    semoga kelak kita nggak seperti itu ketika menjadi orangtua. karena guru yang pertama adalah orangtua. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuups.. Bagaimana pun dasar dari pendidikan untuk anak iyaa dari keluarga bersama orangtua!! Minimal sebagai orangtua kita pun harus tahu juga cara mendidik dan mengajari dengan baik..

      Delete
  5. Tergantung ke individunya berarti. Tapi emang jujur aja yg berkualitas cuma sedikit sih.
    Ngomong2 ttg guru, itu profesi kedua orangtua sama kakak saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa bagaimanapun memang tidak semua pasti! Saya yakin kok masih banyak guru profesional di negeri ini..
      Mungkin diantaranya iyaa orangtua Mas Arif Abdurahman.. :-D

      Delete